Rabu, 5 Desember 2012

 pengasapan-di-rumah-rumah-penduduk-di-kecamatan-sukadana

Bupati Instruksikan Fogging Seluruh Desa Kamiriluddin Pengasapan di rumah-rumah penduduk di Kecamatan Sukadana Sukadana – Di akhir tahun 2012, KKU memproklamasikan diri berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD). Dinas Kesehatan (Dinkes) KKU merilis, hingga minggu 47 terdapat 160 suspect DBD dan 88 kasus di antaranya positif dengan dua kasus meninggal dunia pada Agustus dan Oktober. Sedangkan dari data kasus DBD tiap kecamatan, terdapat 7 kasus di Puskesmas Sukadana, 8 kasus di Puskesmas Siduk, 7 kasus di Puskesmas Teluk Melanau, 60 kasus di Puskesmas Teluk Batang dengan 1 kasus meninggal dunia, 4 kasus di Puskesmas Telaga Arum (Kecamatan Seponti) dengan 1 kasus meninggal dunia. Sedangkan dari data suspect DBD berdasarkan pemeriksaan RDT Igg/IgMdan NS1 oleh tenaga laboratorium puskesmas, terdapat 14 kasus di Puskesmas Sukadana, 8 kasus di Puskesmas Siduk, 11 Puskesmas Teluk Melanau, 34 Puskesmas Teluk Batang, 5 kasus Puskesmas Telaga Arum. “KLB ini sudah kami sampaikan ke bupati. Beliau menginstruksikan untuk segera melakukan fogging (pengasapan, red) ke 43 desa se-KKU,” kata Agus Rudi Suandi, Kabin Yankes mewakili Kepala Dinkes KKU, Selasa (4/12). Selain itu sambungnya, Bupati H Hildi Hamid juga telah merekomendasikan untuk penggunaan anggaran tanggap bencana sebesar Rp 200 juta untuk penanganan KLB di KKU. “Kami sudah tidak lagi menunggu kasus dinyatakan positif, jika terdapat kabar ada kasus DBD, kami langsung action (bekerja) untuk fogging. Itu juga tidak lagi fogging fokus, tapi merata di radius lebih dari seratus meter,” kata Agus kembali. Ditambahkannya, Bupati H Hildi Hamid juga menyampaikan agar Dinkes KKU dapat membuat program untuk tahun 2013 mendatang, agar di setiap desa terdapat satu unit alat fogging dan satu tenaga operator. Tujuannya supaya ke depan jika terdapat kasus DBD tidak lagi menunggu tindakan dari dinas, melainkan upaya masyarakat setempat untuk penanganan pertama. “Sampai saat ini terdapat 8.782 rumah sudah dilakukan fogging. Data tersebut belum termasuk dengan data fogging selama tiga hari terakhir, khususnya di wilayah kepulauan. Alasannya, saat ini di wilayah kepulauan yang merupakan wilayah yang tidak terjangkau sinyal handphone maupun telepon, juga tengah dilakukan fogging dan pembagian bubuk abate secara cuma-cuma kepada masyarakat,” paparnya. Upaya lain penanggulangan wabah DBD, sambungnya, yakni abatenisasi juga terus dilakukan. Bahkan dari data terakhir sebanyak 7.698 rumah sudah berhasil dilakukan abatenisasi. Kegiatan ini diharapkan dapat memutus siklus hidup nyamuk yang bersarang di tempat penampungan air di masyarakat. “Selain respons cepat dari pemerintah, Dinas Kesehatan KKU juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait. Termasuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kalbar untuk penanganan status KLB DBD di KKU ini. Kita dapat bantuan alat dan racun Malathion dan beberapa alat lain,” tuturnya. (lud)